Sejarah Berdirinya JKLPK

Dalam waktu cukup lama, telah banyak Lembaga-lembaga Pelayanan Kristen yang ikut di dalam proses pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Keikutsertaan itu berpusat pada keyakinan bahwa Yesus Kristus yang adalah Tuhan, datang untuk memberikan hidup yang berkelimpahan kepada semua umat-Nya (Yoh. 10:10).

Demikianlah LPK-LPK menyatakan pilihan kepada kehidupan itu dan mengikatkan diri untuk bekerja bagi pemenuhannya melalui pelayanan Kristiani. Komitmennya akan diwujudkan dalam rangka kesejahteraan sosial, keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.

Kemudian, LPK-LPK memandang perlu untuk mengembangkan suatu solidaritas dan kebersamaan. Sehingga, melalui aksi dan refleksi bersama akan tumbuh kondisi yang saling topang-menopang dalam rangka pelayanan yang lebih efektif bagi mereka yang miskin, tertindas, terbelenggu maupun tercecer.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, atas prakarsa Departemen Partisipasi Gereja dalam Pembangunan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (DEPARPEM – PGI), pada tanggal 27-29 Juli 1988, di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor, dilaksanakan pertemuan LPK-LPK di Indonesia, yang kemudian disebut Konsultasi Nasional -I LPK-LPK di Indonesia. Pertemuan ini membentuk Kelompok Kerja yang bertugas untuk menyiapkan rencana pembentukan suatu Jaringan Bersama yang akan ditetapkan pada Konsultasi Nasional berikutnya.

Pada bulan Maret 1990, Konsultasi Nasional-II Jaringan Bersama diwujudkan dan ditetapkan dengan nama JARINGAN KERJA LEMBAGA-LEMBAGA PELAYANAN KRISTEN DI INDONESIA, disingkat JKLPK.