Visi

Visi Jaringan Kerja Lembaga-Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia (JKLPK) adalah mewujudnyatakan kesejahteraan sosial, kesetaraan, keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan sebagai wujud tugas panggilan orang-orang percaya sebagai kawan sekerja Allah, khususnya kepada mereka yang miskin, lemah, tertindas dan menderita (Markus 1: 15; Lukas 4 : 18-21 dan I Korintus 3 : 9).

Misi

Untuk mencapai visinya, JKLPK di Indonesia menjalankan misi sebagai berikut:

  1. Menjadi pusat komunikasi, informasi  bagi partisipan JKLPK di Indonesia.
  2. Menumbuhkan motivasi dan mengembangkan kemampuan partisipan dalam mencapai visi JKLPK
  3. Menyalurkan aspirasi partisipan JKLPK kepada semua pihak. Memfasilitasi partisipan dalam membangun dan mengembangkan hubungan kerjasama dengan lembaga.

9 Nilai Dasar :

1) DEMOKRASI. Pengambilan Keputusan dilakukan secara partisipatif melalui musyawarah, tidak boleh memaksakan kehendak, melakukan kekerasan dan bias gender.

2) SOLIDARITAS. Keberpihakan pada yang lemah, menolong yang membutuhkan, serta saling berbagi, tidak boleh mementingkan diri sendiri.

3) KESETARAAN. Menghargai eksistensi partisipan, emiliki rasa empati, serta mengafirmasi keterwakilan perempuan; tidak boleh mengintimidasi atau mendiskriminasi sesama partisipan.

4) KEBHINEKAAN. Menghargai dan menghormati kebhinekaan di Indonesia dan keberagaman partisipan, serta memanfaatkan keberagaman untuk saling melengkapi; tidak boleh melakukan tindakan yang menjurus ke SARA, diskriminasi, fitnah, dan provokasi.

5) TRANSPARANSI. Membuka akses informasi, memberikan informasi yang benar, mengambil keputusan secara partisipatif, tidak boleh menutup dan/atau mempersulit akses informasi serta mengambil keputusan secara sepihak.

6) AKUNTABILITAS. Berlaku jujur, terbuka , dan konsisten dalam menjalankan tugas dan kerja-kerja jaringan; tidak boleh ada manipulasi, penggelapan dan pengingkaran kesepakatan.

7) KESINAMBUNGAN. Nilai dan spirit yang dibangun, dihayati dan dijadikan pegangan dalam semangat berjejaring secara terus-menerus untuk mewujudkan visi dan misi; tidak boleh ada kepengurusan terus-menerus tanpa ada regenerasi.

8) KESUKARELAAN. Melakukan pelayanan yang sudah dipercayakan dengan kekuatan atau keterbatasan yang ada, demi kesejahteraan manusia dan memuliakan Tuhan; tidak boleh menolak panggilan pelayanan.

9) BERDIKARI. Mengoptimalkan sumber yang tersedia, mengembangkan hubungan baik dengan pemangku kepentingan, dan terus melakukan pembaharuan; tidak boleh ada ketergantungan dengan pihak lain, kolusi, nepotisme, kebimbangan, atau keraguan dalam mengambil atau menjalankan suatu keputusan.